Bagikan artikel

Jumat, 23 Januari 2026

Menghitung Trim dan GM Kapal

 Menghitung Trim dan GM Kapal

1. Perhitungan Trim dan GM (Metacentric Height) merupakan bagian penting dalam analisis stabilitas kapal. Tujuan utama perhitungan ini adalah untuk memastikan bahwa kapal berada dalam kondisi aman, stabil, dan memenuhi persyaratan operasional pada saat memuat muatan, ballast, bahan bakar, dan air tawar.

Perhitungan dilakukan berdasarkan kondisi pemuatan aktual yang dikombinasikan dengan data hydrostatic kapal.


2. Tahap 1 – Perhitungan Displacement Kapal

2.1 Komponen Berat Kapal

Displacement kapal adalah total berat kapal yang bekerja ke bawah, terdiri dari:

  1. Light Ship
    Berat kapal kosong termasuk struktur, mesin, perlengkapan tetap, tanpa muatan dan cairan.
  2. Deadweight, meliputi:
    • Cargo (muatan)
    • Ballast Tank
    • Fuel Oil (FO)
    • Fresh Water
    • Constant jika ada

2.2 Rumus Displacement

Secara umum displacement dihitung dengan persamaan:

Displacement = Light Ship + Deadweight

Deadweight sendiri merupakan penjumlahan seluruh berat muatan dan cairan yang dimuat ke kapal.

2.3 Tujuan Tahap 1

Tahap ini bertujuan untuk:

  • Menentukan total displacement atau berat benaman kapal
  • Menjadi dasar untuk perhitungan draft, trim, dan stabilitas pada tahap berikutnya
  • Memastikan input berat dan titik berat muatan (LCG, VCG) sudah benar.

Hasil Tahap 1 nilai Displacement, kemudian digunakan sebagai input utama pada Tahap 2.


3. Tahap 2 – Perhitungan Trim dan GM Kapal

3.1 Pengertian Trim

Trim adalah selisih antara draft belakang (aft draft) dan draft depan (forward draft).

Trim = Draft Aft – Draft Fore

  • Trim positif → kapal condong ke buritan
  • Trim negatif → kapal condong ke haluan

3.2 Data yang Digunakan

Perhitungan trim menggunakan:

  • Displacement hasil Tahap 1
  • LBP (Length Between Perpendiculars)
  • LCB (Longitudinal Center of Buoyancy)
  • LCG (Longitudinal Center of Gravity)
  • MTC (Moment to Change Trim)
  • LCF (Longitudinal Center of Flotation)

3.3 Tujuan Perhitungan Trim

  • Mengetahui kondisi longitudinal / memanjang kapal terhadap permukaan air.
  • Menghindari trim berlebihan yang dapat mempengaruhi:
    • Efisiensi propulsi
    • Manuver kapal
    • Keselamatan operasional

4. Perhitungan Stabilitas GM Kapal

4.1 Pengertian GM

GM (Metacentric Height) adalah jarak antara:

  • G (Center of Gravity) dan
  • M (Metacenter)

Rumus dasar:  GM = KM – KG

Dimana:

  • KM diperoleh dari tabel hydrostatic
  • KG dihitung dari distribusi berat kapal

4.2 Interpretasi Nilai GM

  • GM > 0 → Kapal stabil
  • GM kecil → Kapal stabil tapi lamban
  • GM besar → Kapal kaku (gerakan cepat & keras)
  • GM < 0 → Kapal tidak stabil (kondisi berbahaya) berpotensi terguling.

4.3 Faktor yang Mempengaruhi GM

  • Distribusi muatan (VCG)
  • Free Surface Moment (FSM)
  • Perubahan ballast dan cairan
  • Perubahan draft dan displacement

5. Kesimpulan

Perhitungan Trim dan Stabilitas GM kapal harus dilakukan secara berurutan dan sistematis, dimulai dari perhitungan displacement hingga evaluasi stabilitas akhir.

Dengan mengikuti tahapan ini, kondisi kapal dapat dipastikan:

  • Aman secara stabilitas
  • Efisien secara operasional
  • Sesuai dengan prinsip perhitungan stabilitas kapal
Untuk mempermudah perhitungan Stabilitas kapal berikut Web Aplikasi untuk menghitung.
Berikut link untuk menggunakannya : https://alat.hei.my.id/sgm/


dan berikut ini tampilan screenshootnya :


Demikian sedikit penjelasan tentang aplikasi stabilitas kapal sederhana, semoga bisa bermanfaat.







Minggu, 18 Januari 2026

Simulasi Trim dan Ballast Kapal

 Aplikasi  Simulasi Trim dan Ballast Kapal

Pada awal tahun 2026 ini saya bagikan aplikasi yang sudah lama tapi belum sempat saya realisasikan, yaitu mensimulasikan Trim dan Ballast kapal.

1) Tujuan Aplikasi

Aplikasi Trim & Ballast dibuat untuk mensimulasikan perubahan draft depan (Fwd Draft), draft belakang (Aft Draft), dan draft tengah (Mid Draft) akibat :

  • penambahan muatan (cargo) pada posisi longitudinal tertentu (LCG),
  • penambahan ballast tank otomatis untuk mengoreksi trim agar bisa mecapai evenkeel,
  • serta perubahan displacement yang menyebabkan sinkage (kapal turun naik rata).

Output utama:

  • Total Weight (ΔW)
  • Sinkage (penambahan draft atau berat benaman)
  • Trim (perubahan draft depan-belakang)
  • Draft akhir: Depan, Tengah, Belakang
  • Status trim: Trim by Stern / Trim by Head / Even Keel

2) Data Input (User Input)

Aplikasi menerima input berikut:

Data kondisi awal kapal yang di dapat dari Hydrostatic table kapal masing - masing.

  1. Draft Depan Awal (F0) [m]
  2. Draft Belakang Awal (A0) [m]
  3. LBP (Length Between Perpendiculars) [m]
  4. LCF (Longitudinal Center of Flotation) [m]
  5. TPC (Ton Per Centimeter immersion) [t/cm]
  6. MTC (Moment to Change Trim 1 cm) [t·m/cm]

Data muatan / ballast yang dimasukkan user

Untuk setiap item cargo/ballast:

  • Berat (w) [ton]
  • Posisi LCG (x) [m]

Konvensi posisi yang digunakan:

  • LCG = 0 m di AFT ( Di hitung dari Buritan )
  • makin besar LCG = makin ke FORE ( Haluan )

3) Konsep Perhitungan Yang Uatama yaitu: 

Perhitungan dibagi menjadi 2 efek utama:

A) Sinkage ( Kapal turun atau terbenam secara merata )

Jika ada penambahan berat total sebesar W (ton) maka kapal akan tenggelam rata sebesar:

Sinkage(cm)=WTPCSinkage(cm) = \frac{W}{TPC}Sinkage(cm)=TPCW

Karena output aplikasi memakai meter:

Sinkage(m)=WTPC÷100Sinkage(m) = \frac{W}{TPC} \div 100Sinkage(m)=TPCW​÷100

Ini menyebabkan draft depan, tengah, belakang nilai bertambah semua secara rata.


B) Trim (Perbedaan draft depan & belakang)

Trim terjadi karena muatan tidak berada tepat di LCF.

Langkahnya:

1) Hitung Trim Moment (TM)

Setiap item punya moment longitudinal terhadap LCF:

TMi=wi×(LCF−LCGi)TM_i = w_i \times (LCF - LCG_i)TMi​=wi​×(LCF−LCGi​)

Total:

TM=∑TMiTM = \sum TM_iTM=∑TMi​

Catatan tanda:

  • Bila LCG muatan lebih ke fore dibanding LCF, maka (LCF − LCG) negatif → menghasilkan kecenderungan trim tertentu.
  • Di aplikasi, tanda akhir akan terlihat dari hasil draft (A − F).

2) Hitung Trim (m)

Karena MTC = t·m per cm, maka:

Trim(cm)=TMMTCTrim(cm) = \frac{TM}{MTC}Trim(cm)=MTCTM​ Trim(m)=TMMTC÷100Trim(m) = \frac{TM}{MTC} \div 100Trim(m)=MTCTM​÷100

Trim ini adalah selisih draft memanjang (secara konsep):

Trim(m)≈Draftaft−DraftfwdTrim(m) \approx Draft_{aft} - Draft_{fwd}Trim(m)≈Draftaft​−Draftfwd​


4) Distribusi Trim ke Draft Depan dan Belakang (pakai LCF)

Trim tidak “dibagi rata” ke depan dan belakang, tapi dipengaruhi posisi LCF.

Aplikasi menggunakan pembagian:

ΔF=Trim×LCFLBP\Delta F = Trim \times \frac{LCF}{LBP}ΔF=Trim×LBPLCF​ ΔA=Trim×LBP−LCFLBP\Delta A = Trim \times \frac{LBP - LCF}{LBP}ΔA=Trim×LBPLBP−LCF​

Lalu draft akhir dihitung:

Draft Forward (akhir)

F=F0+Sinkage−ΔFF = F0 + Sinkage - \Delta FF=F0+Sinkage−ΔF

Draft Aft (akhir)

A=A0+Sinkage+ΔAA = A0 + Sinkage + \Delta AA=A0+Sinkage+ΔA

Draft Mid (akhir)

Untuk draft tengah dipakai pendekatan sederhana (rata-rata draft awal + sinkage):

MID=F0+A02+SinkageMID = \frac{F0 + A0}{2} + SinkageMID=2F0+A0​+Sinkage


5) Status Trim (Output Aplikasi)

Aplikasi menentukan status dari selisih draft akhir:

Trimakhir=A−FTrim_{akhir} = A - FTrimakhir​=A−F

  • Jika Trimakhir > 0.05 mTRIM BY STERN
  • Jika Trimakhir < -0.05 mTRIM BY HEAD
  • Jika di antara itu → EVEN KEEL

6) Fitur Auto Ballast Tank (Koreksi Trim Otomatis)

Fitur ini melakukan simulasi ballast untuk mengurangi trim berlebih.

Langkah Auto Ballast

  1. Hitung trim kondisi sekarang.
  2. Jika trim sudah kecil (misal < 0.02 m) → stop (even keel).
  3. Hitung trim yang terjadi dalam cm, lalu ubah menjadi trim moment:

TrimMoment=Trim(cm)×MTCTrimMoment = Trim(cm) \times MTCTrimMoment=Trim(cm)×MTC

  1. Tentukan posisi tank ballast:
  • Jika trim by stern → ballast di FORE (misal LCG=58m)
  • Jika trim by head → ballast di AFT (misal LCG=5m)
  1. Hitung “lever arm” terhadap LCF:

Lever=LCF−TankLCGLever = |LCF - TankLCG|Lever=LCF−TankLCG

  1. Hitung ballast weight yang dibutuhkan:

Wb=TrimMomentLeverW_b = \frac{|TrimMoment|}{Lever}Wb​=LeverTrimMoment

Ballast ini dimasukkan sebagai item baru, lalu aplikasi hitung draft ulang.


7) Cara menggunakan aplikasi untuk Simulasi

Berikut Urutan simulasi yang bisa dilakukan :

  1. Input kondisi awal kapal sesuai data dari Hydrostatic tabel
    Draft Fore, Draft Aft, LBP, LCF, TPC, MTC
  2. Tambahkan 1 cargo
    isi berat 100 ton, dengan LCG fore 45 → klik “Hitung Draft”
    Maka hasil akan menunjukkan:
    • Total weight
    • Sinkage
    • Trim akhir
    • Draft F/M/A
    • Terlihat visual kondisi trim kapal.
  3. Tambah cargo lain (di posisi berbeda)
    Tunjukkan trim berubah tergantung LCG (ini poin penting)
  4. Klik Auto Ballast Tank
    Tunjukkan aplikasi membuat tank “FORE BALLAST / AFT BALLAST”
    Lalu trim berkurang menuju even keel

Kesimpulan: “Aplikasi membantu memilih ballast cepat & memprediksi draft”

Untuk mencoba menggunakannya klik link berikut ini : https://alat.hei.my.id/trim/

Selamat mencoba simulasinya, semoga bermanfaat.

Senin, 22 Desember 2025

Menghitung berat muatan kapal pada tangki bertekanan

Menghitung berat muatan kapal pada tangki bertekanan

Pada postingan berikut ini, langsung saja uraian sederhana menghitung  cairan dan uap/vapor untuk suatu muatan LPG Fully Pressurize,  pada tangki kapal yang bertekanan, 

Untuk menghitung berat nya maka kita harus mengetahui terlebih dahulu ( dari certficate of Quality atau analisys, dari masing - masing manufacture) berat jenis atau density dan molecul weight, type cargo LPGnya.

Untuk contoh type cargo LPG sudah dijelaskan pada postingan sebelumnya :

  • Propane (C₃H₈)
  • Propylene (C₃H6)
  • 1.3 Butadiene (C4H6)
  • Butane (C₄H₁₀)
  • Iso-butana (C₄H₁₀)
  • Butene-1 (C₄H8)
  • Propane-Butane lpg mix
  • Vinyl Chloride Monomer C₂H₃Cl dan masih banyak lagi.

Kita ambil contoh salah satu yaitu cargo propylene, kita hitung berapa berat cairan beserta uap/vapor yang dimasukan ke dalam sebuah tangki atau bejana tertutup yang bertekanan.

contoh diagram kapal LPG
 
Cargo Propylene mempunyai density at 15 C : 0.5219 gr/cm3 dan molweight 42.08 g/mol.
Pada aplikasi ini di dalam programnya sudah tersedia data table ASTM 54 untuk mendapatkan nilai VCF ( Volume Correction Factor) dengan range LPG density dari : 0.50 sampai 0.69 dan temperature dari range : 0 derajat celcius sampai dengan 60 derajat celcius.
Jadi untuk semua type cargo LPG sudah kompatible dengan aplikasi ini.

Berikut ini link untuk menggunakannya : https://hei.my.id/54LPG/index.php

Berikut tampilan screenshoot web aplikasinya, :



Selamat menggunakan aplikasi web sederhana ini, semoga bermanfaat.


Kapal LPG Fully Pressurized

1️Pengertian Kapal LPG Fully Pressurized

LPG Fully Pressurized Ship adalah kapal pengangkut gas cair (Liquefied Petroleum Gas) yang:

  • Menyimpan muatan pada suhu lingkungan (ambient temperature)
  • Menahan tekanan tinggi (biasanya 6–18 bar)
  • Tidak menggunakan sistem pendingin (refrigeration)

Gas dicairkan hanya dengan tekanan, bukan dengan pendinginan seperti kapal refrigerated atau semi-refrigerated.


2️Karakteristik Utama Kapal Fully Pressurized

🔹 Tangki Muatan

  • Tipe Type C pressure vessels
  • Bentuk silinder horizontal atau spherical
  • Terbuat dari carbon steel
  • Didesain untuk tekanan tinggi
  • Memiliki compresor yang berfungsi untuk mengontrol tekanan di tangki kapal.

📌 Tangki berdiri sendiri (independent tanks), tidak menjadi bagian struktur lambung kapal.

contoh kapal LPG Fully Pressurized


🔹 Tekanan & Temperatur Operasi

Parameter

Nilai Umum

Tekanan kerja

6 – 18 bar

Suhu muatan

±20–40°C (suhu lingkungan)

Refrigeration

Tidak ada

Reliquefaction

Tidak ada


🔹 Ukuran Kapal (Typical)

Parameter

Range

Deadweight (DWT)

2.000 – 8.000 ton

Kapasitas muat

1.000 – 6.000 m³

Panjang kapal

60 – 110 m

Jumlah tangki

2 – 6 unit


3️Kemampuan Muat (Cargo Capacity)

🔹 Berdasarkan Volume

  • Kapasitas umum: 1.000 – 6.000 m³
  • Beberapa kapal kecil: <1.000 m³ (coastal trading)
  • Kapal besar fully pressurized jarang > 7.000 m³

🔹 Berdasarkan Berat (Tergantung Jenis LPG)

Contoh Cargo estimasi:

Cargo

        Density @ ambient

    Muatan 3.000 m³

Propane

        ~0,51 t/m³

    ~1.530 ton

Butane

        ~0,58 t/m³   

    ~1.740 ton

📌 Berat muatan selalu tergantung jenis gas dan filling ratio.


🔹 Filling Ratio (FR) : rasio metrik muat, mengukur seberapa efisien ruang kargo kapal digunakan. :

  • 85 – 90% dari volume tangki tujuannya untuk:
  • Mengantisipasi ekspansi volume akibat kenaikan suhu.

4️Jenis Cargo yang Bisa Dibawa

Cargo Utama (Paling Umum) dan paling ideal adalah :

🔥 LPG (Liquefied Petroleum Gas)

  • Propane (C₃H₈)
  • Propylene (C₃H6)
  • 1.3 Butadiene (C4H6)
  • Butane (C₄H₁₀)
  • Iso-butana (C₄H₁₀)
  • Butene-1 (C₄H8)
  • Propane-Butane atau lpg mix
  • Raffinate-1
  • Vinyl Chloride Monomer C₂H₃Cl
  • Commercial LPG

5️Kelebihan Kapal Fully Pressurized

Desain sederhana
Biaya investasi rendah
Perawatan mudah
Ideal untuk rute pendek & regional
Pelabuhan / jetty dengan kapasitas kecil bisa digunakan.


6️Keterbatasan Kapal Fully Pressurized

Kapasitas relatif kecil
Tidak fleksibel untuk banyak jenis gas
Tekanan tinggi tebal tangki berat kapal
Tidak cocok untuk long-haul voyage


7️Perbandingan dengan Tipe kapal LPG lain



8️Aplikasi Nyata di Indonesia

Kapal LPG fully pressurized sering digunakan untuk :

  • Distribusi LPG 
  • Supply depot Pertamina
  • Jalur: Kilang → Terminal → Depot regional
  • Kapal coastal & short sea shipping

9️Ringkasan Singkat

Kapal LPG fully pressurized menyimpan gas cair tanpa pendingin
Kapasitas umum 1.000–6.000 m³
Muatan utama: Propane, Butane, LPG mix
Cocok untuk jarak pendek & distribusi regional


Top of Form

 Next : Web aplikasi untuk menghitung berat muatan LPG Fully Pressurized

Bottom of Form

 

Kamis, 10 Juli 2025

Product Tanker Ullage Report Based ASTM-IP Table 54B & 54

 Product Tanker Ullage Report Based ASTM-IP Table 54B & 54

Pada postingan singkat kali ini, saya bagikan link untuk menghitung muatan di kapal tanker yang menggunakan tabel ASTM 54 B dan Tabel 54 polos,

Anda hanya input temperatur observasi, density pada 15 derajat celcius dan Volume tangki.

Untuk pencarian nilai volume, tersedia juga tools untuk mencari nilai interpolasi dari tabel tangki.

Berikut tampilan screenshootnya :


Perhitungan dengan Table ASTM 54B dengan tangki kapal 5PS




Berikut ini link untuk menggunakannya :

Tanker 5W  dengan ASTM 54B : https://hei.my.id/54B5T/

Tanker 5W  dengan Tabel lama ASTM 54 : https://hei.my.id/54W5T/

Tanker 7 Port dan Stbd  dengan ASTM 54B : https://tanker.my.id/apl/7W

Tanker 9 Port dan Stbd dengan ASTM  54B : https://tanker.my.id/apl/9W

Tanker 7 Port dan Stbd  dengan ASTM 54  : https://tanker.my.id/apl/7W54

Tanker 9 Port dan Stbd dengan ASTM  54  : https://tanker.my.id/apl/9W54






Minggu, 09 Maret 2025

Konversi Derajat Minute Second (DMS) menjadi Derajat Desimal (DD)

 Konversi Derajat Minute Second (DMS) menjadi Derajat Desimal (DD)

Pada perangkat GPS, sistem koordinat yang paling sering digunakan adalah : Derajat Menit Second (DMS), misalnya:  2⁰ 12' 150'' LS dan 120⁰ 40' 170'' BT.

Tapi dengan nilai tersebut kita tidak dapat menemukan lokasi koordinat jika nilai tersebut langsung kita input kedalam peta GoogleMaps, maka untuk mengubah koordinat dari derajat menit detik menjadi Derajat Desimal, harus menggunakan rumusnya.

Untuk mempermudah konversi koordinat tersebut, maka konversi koordinat online ini dapat digunakan. Konversi koordinat online tentunya lebih mudah karena dapat dilakukan dari mana saja selama kita terhubung dengan internet.

Berikut kami berikan link untuk mengkonversi dari nilai Derajat Menit Second menjadi Derajat Desimal,


Berikut tampilan screenshoot web aplikasinya :

input data koordinat yang didapat , misal : 2⁰ 12' 150'' S dan 120⁰ 40' 170''  E.
#  S = South jika lintang Selatan    # N = jika lintang Utara
#  E = East   jika Bujur Timur        # W = Jika Bujur Barat

Berikut hasil konversi menjadi Derajat Decimal :



Copy dan paste hasil dari konversi blok nilai tersebut setelah kata Koordinat, kemudian paste pada kolom search Google Maps , untuk mendapatkan lokasi koordinat.

Sedangkan untuk konversi sebaliknya seperti berikut ;

 Konversi Derajat Minute Second (DMS) menjadi Derajat Desimal (DD)

Berikut kami berikan link untuk mengkonversi dari nilai Derajat Desimal menjadi Derajat Minute Second, dengan klik link berikut ini :


Berikut tampilan screenshoot web aplikasinya :


Demikian tools konversi ini, semoga bisa dipergunakan sesuai dengan kebutuhan anda masing - masing. 
Semoga bisa bermanfaat.





Menghitung Trim dan GM Kapal

  Menghitung Trim dan GM Kapal 1. Perhitungan Trim dan GM (Metacentric Height) merupakan bagian penting dalam analisis stabilitas kapal. ...